Why People Fail (Bukan Sekuelnya Why Nations Fail)

“In that craziness, we see geniuses.” (Steve Jobs)

(Sumber: socialmediaweek.org)

Semester ini gue mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar di Hue University, Vietnam dengan beasiswa penuh dari Uni Eropa melalui program SHARE. Jujur saja awalnya gue nggak terlalu berharap banyak untuk mendapatkan kesempatan ini. Akademik gue termasuk yang biasa saja di kampus dan di angkatan gue dengan IPK yang standar (sedikit di atas 3.0), selain itu pengalaman berorganisasi gue juga tergolong biasa saja. Kalau boleh jujur, gue merasa di luar sana ada banyak orang yang lebih pantas untuk mendapatkan kesempatan ini.

Lalu kenapa akhirnya gue yang dapat dan bukan orang-orang yang menurut gue lebih pantas itu? Sebenarnya kalau dipikir-pikir jawabannya sederhana. Seperti apa yang dikemukakan Margareta Astaman alias Margie dalam bukunya Fresh Graduate Boss, “gue mendaftar, yang lain tidak.” Terkadang peluang itu bertebaran di depan mata kita seperti remah-remah kue yang tersebar di jalanan. Mungkin ada banyak binatang yang berjalan atau terbang melalui remah-remah itu, tapi hanya semut yang pada akhirnya bergotong-royong dan mau merepotkan diri mereka untuk mengambilnya.

Alasan lainnya yang mungkin lebih masuk akal adalah karena gue memenuhi persyaratan yang diminta. Untuk bisa memenuhi persyaratan yang diminta, tentunya kita harus berada di atas rata-rata kebanyakan orang. Jika kita ibaratkan dalam bentuk grafik, maka kita bisa melihat bahwa ada sedikit orang yang berada di posisi atas, sedikit di posisi bawah, dan sebagian besar orang ada di posisi tengah-tengah atau kita sebut dengan rata-rata seperti yang coba gue gambarkan dengan grafik di bawah ini.

Why People Fail
Grafik 1. How I tried to categorize people

Tentunya grafik di atas bukan berasal dari data ilmiah, namun semacam hasil observasi yang gue alami selama bergaul dengan makhluk yang namanya manusia.

Untuk bisa meraih sesuatu yang nggak bisa diraih oleh orang kebanyakan, kita tidak harus menjadi yang terbaik. Karena memang pada kenyataannya, memang ada beberapa orang yang terlahir sebagai gifted dengan bakat khusus di bidang tertentu. Sehingga yang perlu kita lakukan hanyalah menjadi sedikit di atas rata-rata. Sederhananya kalau teman-teman sekelas kalian di perkuliahan belajarnya 1 jam tiap malam, mungkin kalian bisa mencoba menambahkan 30 menit tambahan untuk menjadi di atas rata-rata.

Satu alasan klasik yang hampir terlupakan adalah, orang-orang yang biasanya berhasil mencapai sesuatu memiliki target yang jelas yang ingin mereka capai. Segala sesuatu yang terjadi pastinya dimulai dengan pengen. Philip Norman pun membagi bab-bab dalam biografinya mengenai The Beatles, Shout!, dengan beberapa tahap yang terdiri dari Wanting, Getting, Having, Wasting, dan terakhir Lasting. Yang jelas pertama-tama kita harus ingin dulu, terlepas nantinya kita mau mempertahankan sesuatu yang sudah kita punya itu atau mengabaikannya dan pindah ke sesuatu yang lain.

Jadi kalau sudah punya tiga senjata tadi, kita tinggal meramunya menjadi sebuah masakan indah yang bernama keberhasilan. Setelah memastikan bahwa tidak banyak orang yang mengejar peluang yang kita kejar, kita perlu memastikan juga bahwa kita berada sedikit di atas rata-rata dan benar-benar ingin melakukan hal tersebut. Kebanyakan orang bekerja keras dan menghabiskan tenaganya untuk melakukan hal-hal yang mungkin nggak benar-benar berdampak. Tapi akan lebih baik kalau kita menghemat tenaga kita dengan melakukan pekerjaan yang kita lakukan dengan efektif.

Advertisements

One thought on “Why People Fail (Bukan Sekuelnya Why Nations Fail)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s