Hai Februari! 

Ketika terbangun melihat kalender di layar handphone pagi ini, kulihat angka 31 sudah berganti menjadi angka satu, begitu juga dengan Januari yang telah berganti menjadi Februari. 32 hari telah kulalui di tahun 2017 ini. Februari menjadi sebuah bulan penentu keberhasilan di tahun ini. Karena setelah beristirahat selama sebulan setengah, akhirnya badai akademik akan kembali menerjang dan berbagai tanggung jawab lain akan datang menghampiri. 

Melihat sebulan ke belakang, aku jadi ingin sedikit melakukan evaluasi terhadap kegiatan di keseharianku. Di Bulan Januari, aku telah melakukan perjalanan ke tempat baru, yaitu Banten Lama yang merupakan situs sejarah peninggalan peradaban dari Kesultanan Banten yang dahulu sempat besar di abad ke-15. Dengan melakukan perjalanan ke tempat baru, aku telah belajar untuk menjadi independen dan mengambil keputusan dalam situasi yang belum familier. 

Selain itu, aku telah mengunjungi Bontang, kampung halamanku selama beberapa hari. Walaupun sebagian besar waktuku di rumah dihabiskan untuk tidur dan menonton film-film picisan, aku belajar untuk menguatkan komitmen. Ya, 7 Januari lalu adalah hari dimulainya 30 Days Writing Challenge yang menuntut komitmenku untuk bagaimanapun caranya menghasilkan tulisan,  apapun topiknya, selama 30 hari berturut-turut.

Januari juga bulan ketika aku mencoba menuliskan resolusi-resolusi yang ingin aku capai ke depannya. Jika Gretchen Rubin memulai The Happiness Project di Bulan Januari, maka aku memulai Januari dengan mencoba menjadi bahagia dengan caraku sendiri, yaitu memperkuat kecerdasan emosionalku (emotional intelligence). Sehingga orang-orang di sekitarku juga ikut tertular virus-virus kebahagiaan, mulai dari hal kecil sesimpel memberi mereka perhatian untuk hal-hal yang mungkin bagi kita bukan apa-apa, tapi begitu bermakna untuk mereka. 

Lalu bagaimana dengan Februari? Jika Januari adalah tahap memulai, maka Februari adalah bulan dengan sejuta kesempatan. Ia akan menjadi suatu katalis yang membawa kita untuk memenuhi apa yang jadi keinginan kita di Bulan Januari. Asalkan kita bisa menjaga reaksinya terus menerus dengan mengisi bahan-bahannya yang ada di pemikiran kita. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s