Kuy Kuliah di UI!

Berhubung sebentar lagi pembukaan SNMPTN 2017, jadi kali ini aku ingin sedikit mempromosikan kampus tempat sehari-hariku menuntut ilmu. Sekalian mencoba meyakinkan para calon mahasiswa baru untuk memilih UI sebagai kampusnya. Mungkin banyak yang bilang UI kampusnya mahal, atau kerjaan mahasiswanya demo doang di depan Istana Negara, atau yang lebih miris lagi beberapa kali ada berita dengan headline “Mahasiswa X Ditemukan Mengapung di Danau” atau “Mahasiswa X Bunuh Diri di Kamar Kosnya”. Beberapa pernyataan dan itu ada benar dan salahnya. Jawabannya baru akan kamu temukan ketika merasakan sendiri menjadi mahasiswa di sana. Jadi berikut ini, aku akan mencoba menyajikan beberapa fakta menarik seputar kampusku.

1. Di UI Itu Ada Paguyuban Mahasiswa Daerah

Mungkin ada beberapa dari kalian yang masih takut daftar ke UI karena takut nggak punya keluarga di Jabodetabek atau takut nggak punya teman sedaerah. Nah, di UI ada yang namanya paguyuban mahasiswa daerah. Paguyuban ini ada yang keanggotaannya di tingkat kota/kabupaten dan ada juga yang di tingkat provinsi. Contohnya asal daerahku, Bontang, memiliki paguyuban yang namanya Keluarga Bontang UI Depok (KUBIK UI) yang anggotanya pastinya mahasiswa-mahasiswa asal Kota Bontang. Namun, untuk Provinsi Kalimantan Selatan mereka memiliki paguyuban yang keanggotaannya adalah para mahasiswa asal Provinsi Kalimantan Selatan dan namanya PAMBAKAL UI (Paguyuban Mahasiswa Banua Kalimantan Selatan UI).

Umumnya paguyuban-paguyuban ini akan kembali ke daerahnya masing-masing untuk mengadakan roadshow dan try out ujian SBMPTN atau SIMAK UI di sekolah-sekolah yang ada di daerahnya. Biasanya roadshow ini dilakukan di libur semester ganjil, tepat ketika siswa-siswa kelas 3 SMA masih belum sibuk dengan persiapan Ujian Nasional. Dalam roadshow ini, biasanya juga paguyuban-paguyuban akan memberikan informasi-informasi tentang jalur masuk dan suasana perkuliahan di kampusnya. Ini bisa dibilang sebagai ungkapan “kacang tak boleh lupa pada kulitnya”.

20160531_154338
Suasana welcoming maba di depan Balairung UI (bem.cs.ui.ac.id)

Paguyuban-paguyuban ini juga hadir ketika pendaftaran ulang mahasiswa baru. Biasanya stand-stand paguyuban sudah ada pagi-pagi sekali di Balairung UI di hari pendaftaran ulang bersama stand BEM UI, BEM fakultas, dan UKM Kerohanian. Jadi jangan takut kangen sama rumah kalau mau kuliah di UI (padahal sendirinya homesick :P)

2. Ada Asrama UI untuk Mahasiswa Baru (dan Mahasiswa Lama juga)

Masih berhubungan dengan mengurangi culture shock seperti di poin sebelumnya, UI menyediakan fasilitas asrama untuk mahasiswanya. Asrama Mahasiswa UI ini diutamakan untuk mahasiswa baru dan yang berasal dari daerah. Fungsi utama asrama ini adalah sebagai tempat untuk beradaptasi bagi mahasiswa baru sehingga tidak kaget ketika menyaksikan budaya yang cukup berbeda dari daerahnya. Karena di asrama, kalian akan menemukan teman-teman yang juga berasal dari daerah. Bisa jadi, di lorong tempat kalian tinggal nanti tidak ada yang asal provinsinya sama dengan kalian sehingga bisa bertukar-tukar wawasan.

asrama
Asrama Mahasiswa UI (Blog Sosiologi UI 2014)

Biaya hidup dan sewa asrama juga cukup murah. Untuk kamar yang sendiri, sekarang per bulannya Rp 300.000,00 dan yang kamar yang berdua Rp 600.000,00. Untuk perempuan, tidak ada kamar berdua. Ada juga gedung H-2 yang baru dibangun dan biaya sewanya Rp 800.000 untuk berdua. Oh iya, selain itu asrama juga memiliki fasilitas lengkap seperti WiFi (hanya di kantin dan asrama putri), lapangan olahraga, kantin, fotokopi dan printing, serta mini market. Sekali makan di kantin harganya bervariasi. Kalau nasi, sayur, dengan telor biasanya Rp 8.000 harganya. Tidak disarankan untuk makan ayam di kantin asrama, karena harganya cukup mahal. Tentunya kalian juga bisa memasak nasi sendiri menggunakan rice cooker.

Masa tinggal di asrama mulai angkatan 2015 kemarin adalah 4 semester. Jika ingin tinggal lebih lama, kelak kalian dapat mendaftarkan diri menjadi Senior Resident (SR) Asrama Mahasiswa UI yang akan membina adik-adik maba. Oh iya, asrama juga sering ada kegiatan bersama yang diadakan oleh SR lho seperti nobar Piala AFF bulan lalu atau turnamen antargedung di asrama. Jangan takut gabut deh pokoknya!

3. Kuliah di UI Ternyata Tidak Mahal

Mulai tahun 2013, seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia diwajibkan menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dalam skema pembayarannya. Sejak sebelum diberlakukannya sistem UKT, UI sudah mengenal skema pembayaran yang mirip dan masih diberlakukan hingga sekarang. Yaitu sistem Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan atau BOPB. Sistem ini mengatur pembayaran uang kuliah mahasiswa UI yang disesuaikan dengan kemampuan finansial orangtua atau penanggung biaya. Oh iya, sebelum keliru BOPB dan Beasiswa Bidik Misi hanya dapat diajukan oleh calon mahasiswa yang diterima pada Program S1 Reguler.

What would you do if you won the lottery?
Kuliah di UI tidak mahal! (animal-dream.com)

Sebagai informasi awal, di UI ada beberapa jenis program pendidikan, yaitu: S1 Reguler, S1 Paralel, D3, S1 Kelas Khusus Internasional, S1 Ekstensi, S2, dan S3. Biasanya calon mahasiswa baru sering salah kaprah antara program S1 Reguler dengan S1 Paralel. Kedua program ini berbeda tujuan dan skema pembayaran walaupun kegiatan perkuliahannya sama. S1 Reguler hanya ditujukan pada pemilik ijazah SLTA 3 tahun terakhir, seleksinya melalui SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAK UI (mulai tahun 2017 ini S1 Reguler tidak ada lagi yang melalui SIMAK berdasarkan ketentuan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi), serta bisa mengajukan BOPB. Sedangkan S1 Paralel ditujukan pada pemilik ijazah tahun berapapun dan tidak ada keringanan biaya sama sekali, serta seleksinya melalui PPKB dan SIMAK UI.

Untuk S1 Reguler, biaya kuliah per semester di UI untuk Rumpun Ilmu Kesehatan (FK, FKG, FIK, FKM, F.Farmasi) dan Rumpun Ilmu Sains Teknologi (Fasilkom, FMIPA, FT) adalah maksimal Rp 7.500.000. Sedangkan untuk Rumpun Ilmu Sosial Humaniora (FISIP, FIB, FPsi, FH, FEB, FIA) adalah maksimal Rp 5.000.000. Sekali lagi, biaya ini adalah biaya maksimal yang masih dapat diturunkan melalui mekanisme BOPB atau mendaftar beasiswa Bidik Misi. Untuk S1 Paralel dan D3 dapat dicek di http://www.ui.ac.id/pengantar-pendaftaran/biaya-pendidikan.html.

4. The Crystal of Knowledge, Perpustakaan UI

SONY DSC
Perpustakaan Pusat UI, The Crystal of Knowledge (uiupdate.ui.ac.id)

Perpustakaan UI yang juga disebut The Crystal of Knowledge atau Perpusat UI merupakan salah satu perpustakaan dengan koleksi buku terlengkap di Asia Tenggara. Terdiri dari 4 lantai yang boleh dikunjungi dan 2 lantai rahasia (jangan coba-coba masuk). Melihatnya sekilas dari luar, bangunan ini terlihat tak beraturan bentuknya, namun sebenarnya Perpusat UI ini berbentuk seperti kristal. Letaknya yang di pinggir danau juga membuatnya terlihat eksotis ketika hari sudah gelap.

Lantai pertama Perpusat UI terbagi menjadi bagian luar dan bagian dalam yang menuju ruang koleksi. Di bagian luar, kalian dapat menemukan Kantor Cabang BNI UI Depok, tempat diskusi (baca: tiduran), lab komputer (baca: kebun apel), kafe Starbucks, toko buku Books & Beyond, kantor pos, fotokopian, Indomaret, dan beberapa kafe lain. Sekilas terlihat seperti mall, tapi bagian dalamnya lebih menarik.

Oh iya, lab komputer yang disebut juga dengan kebun apel itu (disebut kebun apel karena semua komputer di sana menggunakan Apple Macintosh) hanya dapat digunakan dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan buku dari pukul 8AM-8PM. Biasanya akan terdengar lagu-lagu daerah ketika sudah jam 8 malam. Itu tandanya kalian sudah diusir dari Perpus. Haha.

061788700_1451411068-suasana_di_dalam_perpustakaan_universitas_indonesia
Kebun Apel, Tempat Procrastinating dan Nugas Favorit (news.liputan6.com)

Supaya lebih sederhana untuk bagian dalamnya, aku coba menuliskannya seperti ini:

Lantai 1: Registrasi, Loker, Pengembalian Buku

Lantai 2: Koleksi Buku Teks, Ruang Diskusi

Lantai 3: Koleksi Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian; Abdul Wahid Center; Ruang Diskusi

Lantai 4: Koleksi Jurnal dan Artikel Ilmiah, Koleksi Buku-buku Berbahasa Asing (Belanda, Korea, Cina), Sumber-sumber Referensi, Ruang Diskusi

Ada ruang diskusi yang dapat digunakan dengan mengajukan surat permohonan paling lambat H-1. Ruang diskusi ini sangat bermanfaat buat kalian yang ingin mengadakan acara organisasi yang mengundang pembicara dan hanya butuh tempat untuk sekitar 10-15 orang. Atau tempat yang privat untuk mengadakan wawancara.

5. Banyak Program Exchange dan Short Course yang Ditawarkan oleh UI

Di UI, program-program keluar dan masuk ini dikoordinasi oleh International Office (IO) UI yang letaknya ada di Science Park (sebelah gedung Rektorat). Ada banyak program-program yang ditawarkan seperti program exchange 1 atau 2 semester, program short course yang hanya 2 minggu sampai sebulan, juga program penelitian di universitas di luar negeri yang dapat teman-teman akses di http://international.ui.ac.id. Saya sendiri sempat terpilih menjadi salah satu program short course di University of Malaya, Malaysia selama 3 minggu pada tahun 2016 lalu (selengkapnya teman-teman bisa membacanya sendiri di situs ini http://international.ui.ac.id/news/exchange-story-ui-creates-to-university-of-malaya.html).

foto-um-bagus
Penulis di Putrajaya, Malaysia. Sedang field trip ketika mengikuti program short course di University of Malaya

Kebanyakan anak UI sendiri tidak tahu keberadaan IO ini. Padahal program yang ditawarkan cukup banyak, hampir semuanya fully funded, dan persyaratannya tidak terlalu ribet. Tips untuk yang mau mencoba peruntungan di program-program ini:

Pertama, kenali program yang diinginkan dan negara yang ingin dituju. Jangan sampai tidak sesuai keinginan atau nantinya mundur di tengah jalan. Karena setiap anak UI hanya boleh menjadi awardee sekali saja selama menjadi mahasiswa untuk program yang fully funded dari IO.

Kedua, pastikan persyaratan dasar sudah dipenuhi. Seperti TOEFL ITP >550/IELTS >5.5, IPK >3.3,  serta Curriculum Vitae dan Motivation Letter juga menjadi pertimbangan. Pastikan kalian memiliki track record pengalaman berorganisasi yang baik sebelum mendaftar, karena hal itu juga menjadi salah satu indikator untuk dipilih (bocoran dikit nih).

Ketiga, sering-sering ngobrol dengan karyawan IO. Biasanya mereka senang ketika ada mahasiswa yang tanya-tanya dan interest. Dan kalian mungkin berpeluang untuk menemukan program yang pas untuk kalian dan mengetahui apa yang masih kurang dari berkas kalian.

Tambahan lagi, UI juga termasuk dalam satu dari empat perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam program AUN-ACTS (ASEAN University Network-ASEAN Credit Transfer System) selain ITB, UGM, dan Universitas Airlangga. Program ini memungkinkan kalian untuk melakukan exchange selama satu atau dua semester ke perguruan tinggi lain di negara ASEAN, Korea, dan Jepang yang juga tergabung dalam ACTS. Melalui program ini, kalian tidak perlu membayar lagi ke host university (perguruan tinggi tujuan), tapi cukup membayar biaya kuliah per semester ke home university (perguruan tinggi asal). Selain itu, mata kuliah yang diambil di perguruan tinggi tujuan dapat ditransfer kredit SKS-nya ke perguruan tinggi asal.

6. Banyak Lahan untuk Berkemahasiswaan di UI

sp2xzctw
Pusat Kegiatan Mahasiswa UI (Pusgiwa UI), tempat bercengkerama organisasi-organisasi tingkat universitas di UI

Oke, kalian yang semasa SMA cukup banyak berkecimpung di organisasi dan komunitas mungkin sedikit bertanya-tanya dengan iklim organisasi di UI. Ada banyak organisasi yang dapat kalian ikuti di UI mulai dari di tingkat program studi atau departemen, fakultas, maupun universitas. Di tingkat program studi atau departemen, biasanya ada himpunan atau ikatan mahasiswa. Sedangkan di tingkat fakultas ada BEM, DPM/BPM, Badan Otonom, dan Badan Semi Otonom (untuk yang ini cukup panjang jika dijelaskan, jadi lebih baik belajar langsung ketika ospek ya :)). Di tingkat universitas tak jauh berbeda, juga ada BEM, DPM, Mahkamah Mahasiswa, Badan Audit Keuangan, Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa, serta Unit Kegiatan Mahasiswa.

Jika diperhatikan, sistem organisasi kemahasiswaan di UI mirip seperti miniatur politik. Di UI dikenal sebuah sistem yang disebut dengan Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Aktif dan Pasif. IKM Aktif dan Pasif ini ada sebagai bukti kalian telah melalui semua rangkaian kaderisasi (kalau di SMA namanya MOS) di UI mulai dari tingkat universitas, fakultas, dan program studi/departemen. Untuk mendaftar beberapa organisasi seperti BEM, DPM, dan menjadi Badan Pengurus Harian (BPH) dari kepanitiaan yang ada di BEM maupun DPM, kita diharuskan memiliki IKM yang aktif.

7. Alasan ketujuhnya adalah, UI butuh kamu! Kuy daftar UI tahun ini. *Manas-manasin

Sebenarnya masih banyak lagi alasan kenapa perlu daftar UI, tapi nanti dishare di lain waktu deh! Selamat beraktivitas 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s