I Share, Therefore I Am: Sedikit Cerita tentang National Camp G-MB 2016

Prolog

Hari itu tanggal 16 Juni 2016, seorang teman yang namanya Agung Cahyadi, yang sebenarnya tinggal satu tempat kos dan kamarnya cuma beda lantai mengirim sebuah pesan LINE. Isinya kurang lebih “Selamat ya Gus, keterima seleksi GMB. Aku  gak lolos nih.” Aku benar-benar lupa, kalau hari itu adalah tanggal pengumuman peserta yang lolos seleksi berkas untuk National Camp Gerakan Mari Berbagi 2016. Diserbu rasa penasaran, kontan saja aku langsung membuka laman Gerakan Mari Berbagi di http://g-mb.org/. Kemudian langsung takjub melihat namaku ada di antara 131 peserta yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya. “Wah, padahal gue mah cuma butiran debu nih.” Dibandingkan dengan peserta lain, mungkin aku hanya mahasiswa biasa yang masih belum sepenuhnya keluar dari zona nyamannya.

Tangkapan layar 2016-07-29 12.55.19
Laman Gerakan Mari Berbagi di http://g-mb.org/

 

Reaksi pertamaku setelah melihat daftar peserta adalah mencari orang-orang yang satu almamater denganku, yaitu Universitas Indonesia, dan ternyata oh ternyata hanya ada dua selain diriku di daftar itu. Ada Rani Hastari dan Muhammad Syarifudin, entah mereka dari jurusan apa dan angkatan berapa. Profil para peserta lain yang ada di daftar tersebut pun cukup membuatku keder. Hanya melihat sekilas, aku sadar kalau mereka semua adalah manusia yang di atas rata-rata pemuda Indonesia dengan berbagai aktivitasnya. Sampai-sampai aku berpikir kalau rasanya tak adil jika dari orang-orang luar biasa di daftar tersebut hanya diambil 50 orang untuk lolos ke tahap selanjutnya, Youth Adventure dan Youth Leadership Forum (YA-YLF).

Salah satu hal yang menarik dari National Camp ini adalah, pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Termasuk juga diriku yang berasal dari Bontang di Kalimantan Timur, walaupun sudah sekian tahun menetap di Pulau Jawa. Kamis, 21 Juli 2016 pukul 08.20 WITA adalah waktu keberangkatan pesawat Citilink yang akan aku naiki dari Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menuju Soekarno-Hatta International Airport di Jakarta. Ketika di pemeriksaan boarding pass, kebetulan aku melihat boarding pass perempuan yang berdiri di depanku. Nama yang tertera di boarding pass itu adalah Widya Indira Cahya. Sekilas otakku berpikir cepat untuk mengingat di mana aku pernah melihat nama itu sebelumnya, dan aku baru ingat kalau itu adalah nama salah satu peserta National Camp GMB juga! Langsung saja aku sok kenal sok dekat nggak tau malu nyamperin Widya dan ngajak kenalan. Ada perasaan bahagia ketika bertemu teman sedaerah di event yang sama. Dan seketika itulah perjalananku menuju National Camp GMB 2016 dimulai.

Ketika Acara: 22-24 Juli 2016

“Seleksi tapi nggak berasa seleksi”. Kurang lebih begitulah hal yang ingin panitia National Camp hadirkan pada para peserta. Jika pada tahun sebelumnya seleksi YA-YLF dipadatkan di satu hari mulai dari fisik, wawancara, bahasa Inggris, maka pada tahun ini seleksinya berbentuk camp selama 3 hari 2 malam dari tanggal 22-24 Juli 2016 di Ciawi, Kab. Bogor, Jawa Barat. Selama 3 hari tersebut kami diberi kesempatan merasakan renyahnya persahabatan dengan teman-teman yang berbeda asal daerah dan latar belakangnya. Aku merasa bersyukur dapat pergi ke Ciawi dengan tanpa hambatan, ketika mendengar cerita dari beberapa teman lain yang harus bekerja dulu demi mengumpulkan uang hingga akhirnya bisa mencapai Ciawi, ada juga yang sempat galau antara berangkat atau tidak karena ketinggalan pesawat, bahkan ada juga yang berangkat walaupun belum memiliki tiket untuk pulang ke daerahnya lagi pasca acara. Intinya aku mengagumi semangat dari teman-teman pejuang YA-YLF 2016 ini, terlebih mereka yang berasal dari luar Pulau Jawa. Karena dari 131 calon peserta yang dinyatakan lolos ke tahap National Camp, hanya sekitar 73 orang yang datang ke Ciawi. Itulah puzzle pertama yang aku dapat dari acara ini, tentang perjuangan untuk mencapai apa yang kita cita-citakan, tentang aplikasi dari konsep man jadda wa jadda (siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan mendapatkan hasilnya).

Hal menarik lain dari acara ini adalah kami mendapatkan mentor kelompok selama acara berlangsung yang dapat menjadi fasilitator kami  untuk lebih mengenal GMB dan program-programnya ataupun hanya untuk sekadar bertukar pikiran. Aku masuk di kelompok 8 dengan Uty, Rizka, Yessica, Deni, dan Hadhara yang mentornya adalah Kak Soni. Sedikit bercerita tentang Kak Soni, beliau adalah alumni Universitas Padjadjaran jurusan Ilmu Pemerintahan, masuk GMB pada tahun 2014, dan menjadi salah satu inisiator untuk gerakan GMB Lapas Berbagi di Bandung. Menurut penuturannya, dia merasa masuk GMB karena keberuntungan semata. Tapi aku yakin ada hal-hal positif yang dipunyai Kak Soni yang membuatnya terpilih untuk masuk GMB di tahun 2014. Entah karena kemauannya yang kuat untuk berkontribusi pada masyarakat, pengalamannya sebelumnya, atau hal lain yang aku belum tahu.

IMG-20160724-WA0051[1]
Bersama Kelompok 8. Dari kiri ke kanan: Kak Soni, Hadhara, Rizka, Uty, Yessica, Deni, Bagus.

Dari keseluruhan acara, yang paling berkesan bagiku adalah ketika tiap kelompok yang sudah dibagi sejak sebelum acara menampilkan cultural performance di hari kedua dan focus group discussion di hari terakhir bersama mentor kelompok. Sulit dibayangkan ketika harus menampilkan cultural performance dengan waktu latihan yang terbatas. Para peserta banyak yang berasal dari luar Pulau Jawa dan banyak yang baru datang ke lokasi acara sehari sebelum acara berlangsung. Otomatis kami harus memutar otak untuk mengonsep penampilan secara jarak jauh dan baru bisa berlatih di H-1, lalu mencoba mencuri-curi waktu di sela-sela acara untuk menambah waktu latihan. Namun dengan segala keterbatasan itu, 12 kelompok yang tampil mampu menampilkan penampilan yang marvelous!! Terkadang aku merasa bahwa kita sebenarnya butuh tekanan untuk bisa. Sampai disini, aku mendapatkan puzzle kedua dari acara ini. Tentang keterbatasan dalam hidup kita, dan terkadang justru dengan keterbatasan itu kita bisa menghasilkan sesuatu yang lebih melalui kekuatan kemauan yang kuat.

IMG-20160724-WA0002[1]
23/07/2016. Usai cultural performance. Kelompok 8.

Sesi terakhir dari acara ini adalah focus group discussion. Di FGD ini, kami diberi pemicu untuk membuat 10 program inovatif untuk GMB. Sekilas kata inovatif mengandung makna “sesuatu yang baru” atau “berbeda dengan pakem yang sudah ada”. Tiap kelompok melakukan pendekatan yang berbeda-beda untuk menjawab pemicu tersebut. Ada yang melakukan pendekatan branding untuk meningkatkan citra GMB di masyarakat, ada yang melihat sisi volunteerism dari GMB sebagai sesuatu yang bernilai untuk dikembangkan, dan ada juga yang menawarkan program-program menarik untuk GMB. Di sini aku menemukan kepingan puzzle terakhir dari acara ini, yaitu keberanian untuk mengambil tanggung jawab dan mengemukakan gagasan. Dan terkadang hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Ada kalanya kita harus memilih satu hal diantara beberapa pilihan sulit karena kondisi yang ada.

Seluruh peserta National Camp Gerakan Mari Berbagi 2016 beserta panitia, mentor, dan board member dari GMB.

 

Penutup

Seperti yang dikatakan panitia, 3 hari 2 malam tidak cukup untuk menilai karakter seseorang. Sharon Creech mengatakan dalam bukunya Walk Two Moons, “Don’t judge a man before you walk two moons using his moccasins.” Jika ada kesempatan berikutnya, aku sangat ingin bisa mengeksplor lebih dalam kepribadian masing-masing peserta, panitia, mentor, maupun board member dari Gerakan Mari Berbagi. Ini bukanlah akhir perjalanan, tapi adalah awal untuk bisa berkontribusi lebih baik lagi bagi Indonesia, entah di bidang sosial, bisnis, atau pendidikan. I share, therefore I am!

Depok, 29/07/2016

12:53 WIB

Advertisements

One thought on “I Share, Therefore I Am: Sedikit Cerita tentang National Camp G-MB 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s