Malam yang Tak Pernah Usai

Terkadang aku berandai untuk hidup di sebuah desa di pedalaman,

Tanpa teknologi, tanpa polusi, tanpa aturan-aturan yang membuat hidup kian rumit,

Tempat ku bisa melihat dengan jelas langit malam

Yang bertabur bintang-bintang tanpa tabir 

#30DaysWritingChallenge #24

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s