Aturan yang Kian Mengekang

Melihat gambar di atas, aku jadi teringat pada tulisan Paulo Coelho dalam bukunya yang berjudul Veronika Memutuskan Mati dari sudut pandang salah satu tokoh yang bernama Mari. Mari sebelumnya adalah seorang pengacara terkenal yang telah berhasil memenangkan banyak kasus dan disegani oleh koleganya sebelum ia dimasukkan ke dalam Villete, tempat penampungan para penderita kelainan jiwa di Ljubljana, Slovenia. Ada bagian ketika Mari berkontemplasi tentang betapa banyaknya aturan yang ada dalam kehidupan kita. Semakin hari, manusia merasa hidupnya semakin rumit. Aturan demi aturan bertambah. Orang merasa kesulitan melakukan suatu hal, karena ada banyak aturan yang mengekangnya.

Pada akhirnya, banyak dari aturan ini yang akhirnya dilanggar. Lihat saja pembajakan software dan file-file musik digital yang sekarang ada di mana-mana. Tapi apakah kita bisa mengembalikan semua aturan yang rumit ini menjadi sederhana dan lantas mencoba hidup dengan rasa kemanusiaan kita saja, berlaku sesuai apa yang ada dalam hati nurani kita? Hal ini sama rumitnya dengan menyuruh manusia untuk meninggalkan semua teknologi pasca revolusi industri dan kembali ke masa ketika manusia menggantungkan segalanya pada bertani dan bercocok tanam. Bukan masanya lagi untuk mempertanyakan cara mengubah bubur kembali jadi nasi, tetapi bagaimana membumbui bubur tersebut menjadi makanan yang lezat.

#30DaysWritingChallenge #18

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s