Escape From Camp 14

Buku dengan kaver depan yang sederhana ini bercerita tentang kehidupan Shin Dong-Hyuk, dengan latar waktu dari tahun 1980-an awal hingga tahun 2005. Shin Dong-Hyuk adalah satu dari sekian orang yang beruntung yang berhasil melarikan diri dari rezim diktator Korea Utara. Hal yang membedakan antara Shin dengan para pengungsi dari Korea Utara lainnya adalah suasana dari ia lahir hingga ia dibesarkan. Shin dilahirkan dan dibesarkan di sebuah kamp konsentrasi yang disebut dengan nama Camp 14 dalam buku ini. Dibesarkan di dalam sebuah kamp konsentrasi yang terisolasi dari dunia luar membuat Shin tidak pernah mengetahui segala sesuatu yang ada di luar Camp 14. Ia hidup hanya berdasarkan insting yang ia miliki dan sebatas pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya di sekolah lokal. Bahkan ia tidak mengetahui tentang di negara apa ia berada dan siapa yang memimpin negaranya sampai masa remajanya.

Melalui bab demi bab, Blaine Harden menceritakan salah satu sisi terburuk dari Korea Utara. Tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia yang kerap kali terjadi di sana. Ketika manusia dihukum tanpa tahu apa kesalahannya dan tanpa melalui keputusan pengadilan. Suatu kondisi yang bahkan sampai membunuh rasa kemanusiaan dari para penghuni kamp. Di awal buku, dijelaskan bahwa Shin di masa kecilnya hanya memandang ibunya sebagai lawan kompetisi dalam mendapatkan makanan. Ketika ada makanan yang tersedia, ia akan merebutnya dari ibunya tanpa peduli bahwa ibunya kelaparan dan menangis. Ia baru memahami bahwa hubungan anak dan ibu adalah hubungan saling mendukung bertahun-tahun kemudian setelah ibu dan kakaknya tewas karena mencoba kabur dari Camp 14.

Namun buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Karena Shin Dong-Hyuk yang menjadi narasumber utama dalam pembuatan buku ini sempat beberapa kali merevisi pernyataannya yang membuatnya kontradiktif dengan apa yang semula disampaikannya. Sehingga ada beberapa bagian dari buku ini yang keabsahannya dipertanyakan. Semisal di bagian ketika Shin Dong-Hyuk mendengar kabar tentang hukuman mati yang dijatuhkan oleh militer kepada ibu dan kakaknya yang mencoba kabur dari Camp 14. Shin baru mengakui bahwa sebenarnya dialah yang melaporkan apa yang hendak dilakukan oleh ibu dan adiknya kepada tentara yang saat itu sedang berjaga.

Kisah tentang Shin Dong-Hyuk ini sendiri sempat menuai kontroversi ketika Pemerintah Korea Utara mengeluarkan video yang menunjukkan ayah Shin beserta istri keduanya yang menjelaskan bahwa Shin hanyalah pembual yang dihukum karena menjadi seorang pemerkosa. Kemudian kabur dari penjara dan menyebarkan kebohongan tentang Korea Utara. Pemerintah Korea Utara pun hingga kini masih menolak mengakui keberadaan Camp 14 dan kamp-kamp lainnya.

Terlepas dari semua kontroversi dan masalah yang menghinggapi buku ini, buku ini menarik untuk dijadikan cerita penyemangat tentang seseorang yang berhasil melepaskan diri dari belenggu yang mengikatnya dan memulai kehidupan yang baru.

#30DaysWritingChallenge #14 #ReviewBuku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s