Yang Lebih Berat daripada Surga

“Heavier than Heaven”, sebuah frasa yang mengawali buku ini berasal dari sebuah slogan yang digunakan pada tur grup band Nirvana ke Inggris pada tahun 1989 dengan grup band Tad. Pada awalnya, slogan ini digunakan untuk menggabungkan kesan musik Nirvana yang “heavy” dengan Tad Doyle dari Tad yang memiliki berat badan 300 pound. Tetapi ketika saya membaca frasa itu sebagai judul dari buku biografi Kurt Cobain yang diberikan oleh Charles R. Cross, rasanya ada kecocokan antara kehidupan Cobain dengan judul itu. Kata “heavy” memang pas rasanya untuk menggambarkan kehidupan Cobain yang hidupnya bisa dibilang berantakan setelah orangtuanya bercerai ketika dia berumur 9 tahun. Selain itu, “heaven” secara tidak langsung berhubungan dengan Nirvana, nama band Kurt, yang merupakan sebuah istilah dari agama Buddha yang berarti keadaan paling sempurna yang secara sederhana dapat dikaitkan dengan “heaven” atau surga.

Buku ini pertama kali diterbitkan pada September 2001, 7 tahun setelah kematian Kurt Cobain dan beberapa hari setelah peristiwa 9/11 yang pada saat itu benar-benar menyita perhatian dunia. Selama 4 tahun sebelumnya, Charles R. Cross benar-benar melakukan riset mendalam untuk menyelesaikan bukunya. Mulai dari mewawancarai orang-orang yang pernah berhubungan dengan Cobain dari sejak masa kecilnya hingga ia menjadi frontman dari Nirvana. Tak hanya mengumpulkan data dari wawancara saja, beliau bahkan sampai mencari sedetail mungkin buku-buku harian dan tulisan-tulisan Cobain. Hasilnya adalah 24 bab dan 367 halaman yang terkonsep dengan baik dan ditulis dengan narasi yang mengalir. Hal tersebut yang membedakan buku ini dengan biografi kebanyakan, karena Charles R. Cross berhasil mendapatkan data-data yang sifatnya sangat pribadi.

Hal lain yang menjadikan buku ini terasa sangat alami ketika dibaca adalah pengalaman penulisnya yang memang memiliki latar belakang seorang jurnalis musik. Beliau sempat menjadi editor dari majalah The Rocket yang merupakan majalah musik paling bergengsi di bagian Barat Daya Amerika Serikat yang juga mencakup Seattle, daerah asal Nirvana. Sebelum menulis Heavier than Heaven, beliau pernah menulis buku biografi untuk Jimi Hendrix dengan judul Room Full of Mirrors.

Membaca buku ini, Anda akan diajak melihat sisi lain dari Kurt Cobain yang sebelumnya jarang diberitakan oleh media. Seperti kisah-kisah masa kecilnya yang menuntunnya menulis lagu-lagunya, beberapa kisah hidupnya yang sebenarnya hanya karangannya semata seperti kisah pistol di sungai dekat rumahnya atau hidup di bawah jembatan, juga bagaimana dia sangat takut menjadi terkenal. Orang sering memandang publisitas sebagai suatu kelebihan, tetapi ada sosok dari Cobain yang menarik untuk disaksikan di sini. Tentang bagaimana perubahan kepribadian dan kisah hidup sosok yang mempengaruhi generasi yang besar di tahun 1990-an ini.

#30DaysWritingChallenge #12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s