Menulis Esai Ilmiah

Sebenarnya menulis esai bukanlah hal yang menjadi keahlian saya, tetapi saya ingin membagikan beberapa ilmu yang saya dapatkan dari kuliah Bahasa Inggris Akademik di semester 3 kemarin, pengalaman mengikuti workshop yang diadakan oleh XL Future Leaders, dari krida-krida di KSM EP UI, maupun dari pengalaman saya sendiri. Biasanya orang memutuskan untuk menulis karena latar belakang akan sesuatu. Bisa jadi karena ingin mengikuti lomba, atau malah melihat sebuah masalah dan ingin menemukan solusinya? Nah! Latar belakang di awal ini menjadi penting untuk positioning tulisan Anda, tulisan yang hanya dibuat secara iseng untuk konsumsi pribadi tentu berbeda kadar keseriusannya dengan yang untuk dilombakan.

Secara umum, bentuk tulisan esai secara keseluruhan terdiri dari:
1. Introduction (Pengantar)
2. Body (Badan/isi)
3. Conclusion and Recommendations (Kesimpulan dan saran)

Introduction menjadi penting karena ialah yang membuka dan memperkenalkan pembaca pada apa yang ingin Anda bahas melalui tulisan Anda. Sebisa mungkin intro ini dibuka dengan kalimat yang memicu rasa ingin tahu pembaca. Contoh paling mudahnya adalah menggunakan quotes yang memiliki relevansi dengan topik yang ingin Anda bahas. Baiknya, di bagian intro ada sedikit penjelasan tentang poin-poin yang ingin dijelaskan dalam body yang dinarasikan dalam bentuk kalimat.

Body atau isi biasanya menjelaskan secara lebih rinci mengenai poin-poin penting yang telah dijelaskan dalam introduction.

Conclusion and recommendations berupa kesimpulan dari permasalahan yang dibahas dan sebisa mungkin menyertakan solusi atau rekomendasi atas permasalahan yang dibahas.

Lalu seperti apa ciri khas esai yang baik? Dari kelas Bahasa Inggris Akademik yang saya ambil, dijelaskan bahwa panjang esai akademik yang baik itu sekitar 500 kata dan menyertakan minimal 3 poin utama dari permasalahan yang ingin diangkat.
Masih bingung dengan topik yang akan dibahas? Biasanya untuk lomba, tema besarnya sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara. Anda tinggal terapkan 5W+1H sehingga masalah utama dapat dikerucutkan pembahasannya menjadi topik yang lebih menarik. Misalnya Anda ingin membahas mengenai kenaikan harga migas. Mungkin bisa dipersempit ke pengendalian harga migas untuk meningkatkan daya saing rakyat kecil.

Tahapan selanjutnya adalah mencari referensi yang tepat untuk tulisan kita! Tanpa menggunakan referensi, apa yang kita tulis hanya akan berkutat pada apa yang ada di pikiran kita dan ngelantur. Bahkan penulis novel fiksi pun menggunakan banyak referensi untuk membangun latar yang sangat mendukung proses berjalannya cerita.

Dan setelah selesai dengan membuat esai pun, kita masih perlu mengantisipasi kegagalan dengan meminta beberapa orang melakukan proofreading. Sebaiknya proofreader yang dipilih masuk dalam salah satu dari 3 kriteria:
1. Teman dekat, karena bisa menilai secara lebih objektif dengan pengetahuan tentang kepribadian kita.
2. Orang yang memiliki kemampuan bahasa Inggris, kita butuh orang yang mengetahui seluk beluk grammar dan membantu.
3. Profesional di bidang yang sedang saya tekuni untuk esai, karena mereka memahami tentang topik yang kita bahas.

Mungkin sampai disitu dulu tips esainya. Tulisan ini masih banyak kekurangannya. Kritik dan saran masih sangat dan ditunggu.

#30DaysWritingChallenge #11

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s