Meet Mother Russia! – Day 3

Day 3 – 7 Oktober 2015

Hari ketiga ini, kami diajak oleh teman-teman Permira Vladivostok untuk mengunjungi Ibu Olga. Beliau adalah seorang pengusaha yang menjadikan produk-produk meubel Indonesia sebagai lini utamanya. Beliau sempat tinggal selama 7 tahun di Bali sebelum akhirnya berdomisili di Vladivostok. Tokonya bernama The Object. Ia mengimpor barang-barangnya dari Jepara dan Bali. Menariknya di Vladivostok sendiri banyak peminat kerajinan meubel Indonesia. Mereka menganggap tampilan meubel Indonesia mirip dengan surga. Ibu Olga tinggal bersama Pak Eugene, suaminya. Di The Object sendiri ada beberapa karyawan. Salah satunya berasal dari Indonesia, namanya Tina. Dia lulusan Hukum Universitas Pancasila dan sedang melanjutkan studi S2 di FEFU. Aku juga sempat berkenalan dengan Inna, seorang gadis Rusia yang juga bekerja disitu. Aku pikir bisnis tak sesulit yang aku kira sebelumnya. Di The Object, Bu Olga hanya bermodalkan katalog dan menanyai keperluan konsumen yang datang. Setelah tahu apa kebutuhan konsumennya, beliau mencari pabril meubel yang sesuai dengan kriteria kebutuhan konsumennya di katalog dan menghubunginya. Ia punya jaringan yang cukup kuat juga di Indonesia sehingga tak mengalami banyak kendala. Kemampuannya berbahasa Indonesia juga turut membantunya dalam berbisnis.

vladivostok_9678
Bu Olga, pengelola The Object
IMG_20151007_140814.jpg
Bersama Inna, salah satu pegawai di The Object

Usai dari The Object, kami melanjutkan perjalanan ke Museum FEFU. Museum ini memiliki banyak koleksi, terlebih karena ini museum tertua di Vladivostok. Ada bagian yang berisi koleksi hewan-hewan yang diawetkan, aada bagian yang merupakan museum buku, ada pula bagian yang berisi koleksi-koleksi yang berhubungan dengan arkeologi, juga bagian yang berisi tentang sejarah FEFU. Tour guide di museum ini mampu berbahasa Inggris, namun pelafalannya kurang begitu jelas sehingga aku memutuskan untuk mencoba menafsirkan sendiri apa yang ada di museum tersebut. Di depan museum, ada sebuah gereja Kristen Orthodox yang digunakan untuk peribadatan. Berbeda dengan umat Kristen yang biasa kulihat di Indonesia, di gereja Kristen Orthodox wanita diwajibkan untuk mengenakan kerudung ketika masuk ke dalam gedungnya, entah untuk beribadah ataupun sekadar melihat-lihat.

vladivostok_4185
Berfoto di depan Museum FEFU
IMG_20151007_162845.jpg
Church of Our Lady’s Protection, gereja Kristen Orthodox di Vladivostok
IMG_20151007_150852
Koleksi buku-buku di Museum FEFU
IMG_20151007_153129
Beberapa spesimen binatang yang diawetkan di Museum FEFU

Di hari kedua, kami pulang lebih awal. Beberapa mencoba melanjutkan jalan-jalannya ke sekitar hostel, namun aku memutuskan untuk beristirahat. Tentunya karena aktivitas besok bakal lebih padat daripada hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s