Kala Hujan Menerpa

Aku yakin aku masih aku yang dulu, tapi semuanya berubah ketika aku melihat wajah yang terpampang di cermin. Wajah itu kaku, menyiratkan beribu tanda tanya akan tubi demi tubi kejadian di kehidupan ini. Perlahan lahan cermin itu mulai berubah wujud menjadi sebuah jendela, jendela kehidupan. Hari ini, jendela itu menayangkan sebuah pemandangan di hari yang hujan. Ada rasa kegetiran melanda ketika ia memperhatikan pemandangan itu. Ia melihat seorang pengemis sedang berlindung dari hujan, kesepian sendiri di depan sebuah toko yang sudah tutup di tengah malam. Pakaiannya bertambal kain perca di sana sini. Wajahnya tak kalah mengenaskannya, pasir dan air hujan memenuhi wajahnya. Gurat wajahnya mengisyaratkan sedikit sisa ketampanan di masa lalu. Ia menggigil kedinginan, tanpa siapapun menyadari penderitaan nya, mungkinkah ia tengah menunggu mati?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s