Tidur, Musuh Mahasiswa?

image

Terkadang banyak mahasiswa yang mengeluhkan kondisi hidup mereka yang serba hectic walaupun tentu bukan salah mereka sepenuhnya ketika waktu mereka jadi terasa singkat atau kurang tersalurkan dengan baik. Kali ini saya mau mencoba berbagi tips, masih berhubungan tentang waktu, cara mengoptimalkan waktu yang ada dengan mengendalikan waktu tidur.

Pertanyaan pertama sekarang “mengapa manusia tidur?” Pasti jawabannya tak beda jauh dari “itu adalah suatu kebutuhan!” atau “kalo nggak tidur ntar nggak kuat beraktivitas, tubuh butuh istirahat”. Dan jawaban tersebut memang benar adanya. Namun terkadang kondisi perkuliahan atau pekerjaan yang padat memaksa kita untuk sedikit mengabaikan hak dari tubuh kita ini kawan-kawan.

Disamping yang kurang tidur, justru ada lagi yang lebih heboh. Yaitu orang yang tidurnya lama banget, kalo di kalangan kita mungkin biasa menyebutnya bangkong atau kebo. Mereka biasa menghabiskan waktu 8 jam atau lebih dalam sehari untuk tidur. Kita asumsikan hidup mereka berakhir 60 tahun dan mereka tidur 8 jam per hari. Padahal 8 jam itu adalah 1/3 dari sehari (24 jam), dengan kata lain mereka menghabiskan 1/3 dari umurnya untuk tidur (20 tahun). Bayangkan saja betapa banyak waktu yang terbuang!

Disini kita harus memahami tidur itu sebagai sebuah kebutuhan, bukan keinginan. Tidur sebagai sebuah kebutuhan itu adalah tidur yang nggak berlebihan, yang sekadar memenuhi hak tubuh untuk beristirahat. Bukan malah menjadikan tidur itu sebagai ajang bermalas-malasan.

Nah gimana caranya mengontrol waktu tidur kita supaya lebih optimal? Ada 3 hal yang kudu dilakukan nih.

1. Yang pertama, kudu luruskan niat nih. Saya mau tidur cepat, dan bangun cepat untuk tujuan… (tulis tujuan yang spesifik). Misalnya ingin bisa shalat tahajjud di malam hari, atau ingin menambah waktu belajar, bisa juga supaya nggak telat ke kampus. Pokoknya temukan tujuannya dulu, tujuan ini yang bisa menjaga motivasi buat bangun pagi nantinya!

2. Yang kedua, siapkan alat bantu. Alat bantu ini bentuknya macam-macam. Yang paling umum biasanya adalah jam alarm dan HP. Tapi kita bisa menyiapkan segelas air untuk diminum di sebelah tempat kita tidur. Berdasarkan penelitian (yang masih abstrak =.=), minum air setelah bangun bisa membuat tubuh lebih segar dan otak segera tersadar dari tidurnya. Selain itu, poster di kamar yang berisi gambar tentang keuntungan bangun pagi juga bisa membantu. Tiap orang tentu punya alat bantu yang cocok, tentunya dikaitkan dengan niatan ingin bangun paginya.

3. Yang terakhir, minta bangunin orang lain! Terkadang kita suka merasa nggak enak untuk tetap leyeh-leyeh di kasur ketika udah dibangunin orangtua atau teman. Apalagi kalo udah ada janji tertentu. Pada umumnya sih orang akan berusaha bangun tepat waktu demi memenuhi janji tersebut.

Mungkin itu dulu tips dari saya. Ambil manfaatnya saja, buang selebihnya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s