Sedetik Melawan Waktu

Masihkah teguh, sebuah nilai dan sebaris perjuangan?
Layaknya ketika  1000 tahun yang lalu ia diteriakkan di singgasana,
Apa aku lahir di jaman yang salah?
Jaman ketika kebobrokan menjadi mayoritas dan kebenaran menjadi suatu hal yang aneh,
Tidakkah ia ingin melonjak kembali dari kuburnya?
Merampas kembali haknya yang direbut oleh permainan waktu,
Akankah sang matahari terbit kembali esok hari?
Ia seperti sembunyi malu-malu diantara awan berkilau,
Ia hanya berkata,
“Ingatlah perkataan nabimu tepat 1000 tahun yang lalu ‘berbahagialah hai orang-orang asing, agamamu lahir sebagai hal yang asing dan akan kembali menjadi hal yang asing.'”

-Di bawah terik matahari siang, dalam belaian selimut-

image
Courtesy: (iFalasteen)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s