Untuk Hari Esok yang Lebih Baik

Terkadang aku berpikir, seperti apa diri ini di masa lalu. Melakukan flash back, melihat lagi ke belakang. Kalau diibaratkan, seperti seseorang yang sedang mengendarai sepeda motor. Orang yang sedang naik motor, tentu harus sesekali melihat ke spion yang terpasang di motornya. Namun, ia tak bisa terus menerus melihat ke spion tersebut. Bayangkan saja, kalau melihat ke belakang terus, tentu bakal kecelakaan dong. He.. He.. He..

Analogi ini mirip dengan perjalanan seseorang dalam kehidupannya. Kita sebagai insan yang dikaruniai Allah swt kemampuan untuk berpikir, tentu harus mendayagunakannya sebaik mungkin. Melihat kembali ke belakang sejenak, sekadar membandingkan “Apakah diri saya hari ini lebih baik dari diri saya di masa lalu?” Masalahnya banyak orang yang terjebak di masa lalunya dan susah untuk move on ke masa depan. Melihat ke belakang sesekali itu perlu, tapi jangan kelamaan dan terjebak di dalamnya.

Kalau boleh dikatakan, kita sebenarnya hidup di saat ini, bukan di masa lalu dan juga di masa depan. Masa lalu hadir sebagai pelajaran, sementara masa depan ada sebagai tujuan yang ingin kita capai. Untuk jadi lebih baik, memang yang paling baik adalah membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita di masa lalu, bukan dengan orang lain. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, so nggak bakal ketemu dong kalau membuat perbandingan yang variabelnya nggak cocok. 😀

Intinya, sering-seringlah merefleksikan diri, tapi jangan kelamaan. Kamu hidup di hari ini, di saat ini, dan inilah waktumu untuk beraksi.

Salam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s