Hiruk Pikuk Pilpres 2014

Hari ini, tepat tanggal 9 Juli 2014 tengah berlangsung event akbar yang telah dinanti masyarakat Indonesia. Yaitu Pemilu Presiden RI untuk periode 2014-2019. Ada yang unik dari Pilpres kali ini, yaitu antusias masyarakat Indonesia untuk memilih yang jauh lebih baik daripada pemilu-pemilu yang sudah-sudah. Pertanyaan yang seharusnya muncul adalah “Apakah yang memicu keramaian yang tengah terjadi saat ini dalam Pilpres 2014?”

Seperti diketahui, hanya ada 2 pasang Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pilpres kali ini. Hal yang berbeda jika dibandingkan dengan Pilpres 2004 maupun Pilpres 2009 yang terdiri dari beberapa pasang calon. Kedua pasangan tersebut adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Karena hanya ada 2 pasangan calon, maka Pilpres kali ini dipastikan berjalan satu putaran karena pasti syarat suara lebih dari 50% pasti akan terpenuhi oleh salah satu pasangan calon.

Dalam perjalannya, masa kampanye diramaikan oleh adanya acara Debat Capres-Cawapres yang dilaksanakan sebanyak 5 kali di beberapa stasiun televisi, yang tiap debatnya menunjukkan kelebihan dari masing-masing capres maupun cawapres. Hal yang disayangkan disini adalah pendukung dari kedua pasangan calon yang tampaknya kurang menghargai satu sama lain. Saling menghina di social media seakan menjadi hal yang wajar, tanpa mengindahkan tata krama, seakan-akan calon yang mereka dukung adalah Nabi yang tak patut dipersalahkan dalam setiap tingkah laku dan kegiatannya sehari-hari.

Sayangnya hal itu tak hanya terjadi pada masa kampanye, namun berlanjut hingga pasca Pilpres. Seperti yang kita ketahui, sesudah pemilu biasanya ada sejumlah lembaga yang mengadakan survei untuk melakukan quick count (hitung cepat) untuk mengetahui pasangan calon yang diprediksi memenangkan kursi nomor satu di pemerintahan Republik Indonesia. Masing-masing pihak saling mangklaim akan kemenangan calon yang mereka dukung, bahkan cenderung melakukan aksi yang berlebihan untuk hasil yang masih belum pasti. Etika berpolitik sepertinya masih perlu dibenahi di negara kita ini. Setidaknya pemilu kali ini tidak perlu berujung pada kerusuhan sia-sia yang menimbulkan korban.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/09/18541151/Saling.Klaim.Menang.Tim.Jokowi.Cukur.Gundul.Tim.Prabowo.Sembelih.Kambing

http://simomot.com/2014/07/09/sby-minta-prabowo-dan-jokowi-saling-menanahan-diri/

Pada akhirnya, yang terbaik adalah menunggu dengan damai untuk hasil perhitungan dari KPU pada tanggal 22 Juni nanti. Ya, apapun yang terjadi kedua pihak harus legowo, tim yang kalah menghargai tim yang menang, tim yang menang jangan sampai besar kepala dan menghina tim yang kalah. Semoga yang terpilih adalah yang terbaik, mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Salam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s